Anak Agung Gede Indraningrat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting serta Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga di Desa Batur Utara Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.165-172

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat. Pihak desa dan posyandu juga masih kesulitan dalam mengedukasi masyarakat untuk gemar makan ikan, terutama ikan mujair yang banyak terdapat di danau batur, sebagai salah satu upaya peningkatan gizi balita dan anak-anak melalui makanan kaya protein yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Selain itu, keterampilan mitra dalam pengelolaan keuangan sederhana skala rumah tangga juga masih terbatas. Mitra juga berharap dapat diberikan gambaran atau ide-ide usaha sederhana untuk menambah pemasukan keluarga. Oleh karena itu, dalam kegiatan PKM ini dilakukan pemberdayaan mitra sebagai kader dalam pencegahan stunting di Desa Batur Utara yang notabene merupakan daerah tujuan wisata. Mitra juga diberikan pelatihan pembuatan MP-ASI sederhana berbahan dasar ikan mujair. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga dan pemberian materi mengenai ide usaha sederhana. Metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait stunting dan pengelolaan keuangan, serta pemberian bantuan. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, diketahui bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman mitra yang dilihat dari nilai rata-rata 66/100 menjadi 82/100.  Proses monitoring pascakegiatan menunjukkan bahwa bantuan-bantuan yang diberikan berupa alat peraga edukatif, timbangan, tensimeter, susu formula, dan lainnya telah dimanfaatkan dengan baik oleh mitra. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berjalan baik dan bermanfaat bagi mitra.
PKM Pelatihan Pembuatan Biopori, Penataaan Lingkungan dan Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Dewi Megawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.157-164

Abstract

Mitra pada kegiatan PKM ini adalah guru dan siswa di SD Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Kegiatan PKM akan difokuskan untuk memecahkan permasalahan mitra di bidang kesehatan lingkungan dan pertanian. Hasil diskusi awal dengan perwakilan mitra yaitu kepala sekolah SDN 3 Batur menunjukkan bahwa mitra memerlukan pelatihan dan fasilitas pembuatan biopori untuk meningkatkan resapan air saat terjadi hujan dengan debit air yang tinggi. Pada aspek perkebunan, mitra ingin menata taman dan kebun yang ada di SDN 3 Batur, khususnya untuk meningkatkan keasrian kebun sekolah dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam membuat biopori dan menanam tanaman hias dan TOGA di kebun sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Selain itu pembekalan materi, tim pengabdi akan memfasilitasi mitra dengan memberikan bantuan langsung yang dibutuhkan mitra berupa bor biopori, pipa paralon biopori, composting bag, tanaman obat dan tanaman hias. Setelah menjalankan PKM diharapkan civitas SDN 3 Batur mampu memahami konsep biopori dan manfaatnya bagi lingkungan. Siswa dan guru juga diharapkan mampu membuat biopori dengan baik dan menanam tanaman hias dan TOGA di kebun sekolah. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra sudah mampu secara mandiri membuat lubang biopori, mengolah sampah kompos secara kolektif di lingkungan sekolah, menanam TOGA dan mempercantik taman sekolah dengan tanaman hias.