Salah satu tujuan hilir yang terutama dari setiap industri ialah untuk mencapai kepuasan setiap pelanggannya. Hal ini dapat dicapai melalui upaya dan usaha proaktif dari perusahaan untuk senantiasa berupaya meningkatkan kepuasan yang dialami oleh karyawan dalam pengalamannya bekerja. Dapat diasumsikan dalam konteks kausal bahwa karyawan yang puas akan menyajikan tingkat layanan yang unggul, yang pada gilirannya akan mendukung pencapaian tujuan perusahaan dalam horizon waktu yang berkepanjangan. Perusahaan VX, sebagai suatu instansi bisnis yang mana berkecimpung pada industri manufaktur di Indonesia, dihadapkan pada tantangan untuk menjaga dan meningkatkan kepuasan kerja dari para karyawannya yang mana selaras dengan aksi pencapaian visi, misi, dan nilai-nilai institusional mereka yang berorientasi pada kepuasan pelanggan internal atau karyawan. Melalui riset ini, peneliti menguji pemberdayaan, kerja sama tim, dan pelatihan karyawan sebagai ketiga faktor anteseden dari kepuasan kerja melalui survei terhadap 43 orang karyawan dan analisis teknik regresi linear dengan berganda. Hasil studi ini telah mengindikasikan bahwa kepuasan kerja ditentukan oleh pemberdayaan karyawan, kerja sama tim, dan pelatihan karyawan. Direkomendasikan bagi perusahaan terkait agar otonomi karyawannya ditingkatkan untuk mendorong keterlibatan positif, pelatihan yang beragam dan terkini disediakan untuk mendongkrak perkembangan kapabilitas dan karakter setiap insan institusional, serta kerja sama antar anggota organisasi diperkuat melalui beragam aktivitas monumental secara formal dan informal. Selain itu, kebijakan dan praktik perusahaan yang mengusung tema keseimbangan kehidupan kerja dan fleksibilitas seyogianya turut pula dipertimbangkan oleh perusahaan, yang mana terkait sebagai sarana demi tumbuhnya keberlanjutan dari kepuasan karyawan atas pekerjaannya.