Pelayanan informasi obat memegang peran krusial dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan tepat oleh pasien. Seiring perkembangan teknologi, Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sukamanah mengadopsi aplikasi WhatsApp sebagai media penyampaian informasi yang cepat, mudah digunakan, dan luas jangkauannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelayanan berbasis WhatsApp dalam menyebarkan informasi obat serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan WhatsApp terbukti efisien dan direspons positif oleh pasien, terutama bagi mereka yang memiliki hambatan geografis atau fisik untuk datang langsung ke Pustu. Kendala utama yang ditemukan adalah masalah jaringan internet dan rendahnya literasi digital pada pasien lansia. Petugas mengatasinya dengan strategi adaptif seperti penggunaan pesan suara (voice note) dan melibatkan keluarga pasien. Untuk menganalisis posisi strategis layanan, penelitian ini menggunakan analisis Matriks SWOT. Hasil analisis Matriks SWOT menempatkan layanan pada Kuadran I (Agresif). Hal ini mengindikasikan bahwa layanan memiliki Kekuatan Internal yang tinggi, terutama pada familiaritas WhatsApp dan komitmen petugas, untuk memanfaatkan Peluang Eksternal, yaitu tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan digital. Faktor-faktor ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan efektivitas pelayanan. Kesimpulannya,efektivitas pelayanan informasi obat berbasis WhatsApp cukup tinggi dalam meningkatkan pemahaman, keterjangkauan, dan aksesibilitas pasien di wilayah pedesaan. Inovasi ini dapat menjadi model komunikasi kesehatan yang relevan. Direkomendasikan pengembangan pedoman komunikasi digital dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat keberlanjutan layanan.