Yuniarti Rahayu
LSPR Institute of Communication and Business

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Komunikasi Nonverbal Tata Ruang di Masyarakat Adat Baduy Dalam Latifa Ramonita; Joe Harrianto Setiawan; Yuniarti Rahayu; Hazel Rizky Faiza
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 17 No. 2 (2025): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v17i2.9885

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk komunikasi budaya nonverbal dalam tata ruang masyarakat Baduy Dalam sebagai wujud simbolisme, identitas, dan adaptasi budaya. Sebagai komunitas adat yang menolak modernisasi, masyarakat Baduy Dalam mengekspresikan nilai-nilai, norma, dan sistem kepercayaannya melalui penataan ruang yang khas, baik dalam skala rumah tangga maupun struktur pemukiman secara kolektif. Pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan studi pustaka digunakan untuk memahami makna simbolik di balik struktur ruang seperti leuit (lumbung padi), rumah adat, jalur jalan, serta posisi geografis antar kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang tidak sekadar bersifat fungsional, melainkan merepresentasikan struktur sosial, relasi kekuasaan, dan ketaatan terhadap nilai kosmologis masyarakat Baduy Dalam. Selain itu, tata ruang juga menjadi strategi adaptif terhadap tekanan eksternal, seperti pariwisata dan kebijakan pembangunan, tanpa mengorbankan prinsip adat. Temuan ini menegaskan bahwa ruang fisik dalam budaya tradisional merupakan medium komunikasi budaya yang sarat makna dan berperan dalam mempertahankan identitas komunal. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi budaya, khususnya dalam memahami peran ruang sebagai wacana nonverbal dalam masyarakat adat. This study explores the forms of nonverbal cultural communication embedded in the spatial organization of the Baduy Dalam community, highlighting its symbolic, identity-forming, and adaptive dimensions. As an indigenous society that resists modernization, the Baduy Dalam express their values, norms, and belief systems through a distinctive arrangement of space—both in domestic settings and communal village structures. A qualitative approach was employed, utilizing participant observation and literature review to uncover the symbolic meanings behind spatial elements such as the leuit (rice barn), traditional houses, pathways, and the geographical positioning of villages. The findings reveal that spatial arrangements serve not only functional purposes but also represent social hierarchies, power relations, and adherence to cosmological beliefs. Furthermore, spatial organization emerges as a cultural strategy for adapting to external pressures such as tourism and government development policies, without compromising traditional values. This research affirms that physical space in traditional culture functions as a medium of rich cultural communication and plays a key role in sustaining communal identity. The study contributes to the field of cultural communication by emphasizing space as a meaningful nonverbal discourse within indigenous communities.
Analisis semiotika visual adaptasi karakter antropomorfis dalam Game Umamusume: Pretty Derby Ridho Akbar Kurnia Hadi; Yuniarti Rahayu
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.3171

Abstract

Fenomena antropomorfisme dalam game memperlihatkan meningkatnya penggunaan entitas non-manusia sebagai dasar pembentukan karakter. Namun, kajian yang menghubungkan referensi historis objek nyata dengan konstruksi representasi visual dan naratif dalam desain karakter masih terbatas. Penelitian ini menganalisis proses adaptasi antropomorfis dalam Umamusume: Pretty Derby dalam merekonstruksi identitas kuda pacu nyata ke dalam bentuk karakter budaya populer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten dan semiotika Roland Barthes melalui pembacaan denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian difokuskan pada karakter Tokai Teio, Gold Ship, dan Haru Urara dengan membandingkan data historis kuda pacu asli dan representasinya dalam game serta anime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi antropomorfis bekerja sebagai proses translasi semiotik yang mengubah karakteristik biologis, performatif, dan historis kuda pacu menjadi atribut visual, kostum, gestur, serta kepribadian karakter. Pada tingkat denotatif, elemen visual menghadirkan ciri dasar kuda dan identitas karakter; pada tingkat konotatif, narasi dan desain memperkuat asosiasi dengan sifat, prestasi, dan memori historis kuda pacu; sedangkan pada tingkat mitos, karakter dikonstruksi sebagai figur populer yang menggabungkan nostalgia olahraga, hiburan, dan identitas moe dalam budaya digital Jepang. Temuan ini menegaskan bahwa desain karakter dalam Umamusume: Pretty Derby berfungsi sebagai sistem representasi yang merekonstruksi identitas historis ke dalam format media populer digital.