Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ibu Tunggal dan Ruang Media Sosial Analisis Kualitatif Pesan Dukungan Sosial dalam Akun Instagram @singlemomsindonesia Izzah Nur Fadhila; Wisnu Martha Adiputra
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 18 No. 1 (2026): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v18i1.10443

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai ruang interaksi telah melahirkan bentuk-bentuk baru dukungan sosial, termasuk bagi kelompok rentan seperti ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesan dukungan sosial dikonstruksikan dalam konten akun Instagram @singlemomsindonesia serta menafsirkan makna dan signifikansinya dalam konteks masyarakat jaringan dengan teori dukungan sosial dan teori masyarakat jaringan. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif terhadap 23 unggahan selama periode Agustus hingga Desember 2024, penelitian ini mengkaji tiga aspek utama, jenis pesan, tema, dan cara penyampaian pesan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial yang paling dominan adalah dukungan emosional, disusul dukungan informasional, apresiatif, dan instrumental. Gaya penyampaian yang digunakan umumnya inspiratif dan komunikatif, didukung oleh elemen visual yang memperkuat nuansa afektif dan kohesi komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak sekadar menjadi ruang berbagi, tetapi juga berfungsi sebagai medium pemberdayaan dan artikulasi solidaritas digital. Dalam konteks masyarakat jaringan, pesan dukungan sosial dalam komunitas digital merepresentasikan strategi komunikasi afektif yang dinamis, namun tetap menyisakan tantangan etis seperti kedangkalan relasi, keterbatasan akses, dan potensi komersialisasi solidaritas. Social media has created new spaces for vulnerable groups, including single mothers, to access social support. This study examines the characteristics of social support messages on the Instagram account @singlemomsindonesia, focusing on types, themes, delivery styles, and meanings within the network society. Using qualitative content analysis on 23 posts (August–December 2024), findings show emotional support as dominant, followed by informational, appreciative, and instrumental support. Key themes include motivation, education, and appreciation, delivered through inspirational, formal, and casual styles. Visual elements strengthen emotional connection and symbolic meaning. The study highlights social media as a space for representation and empowerment, despite its limitations in providing structural support.
Komunikasi Krisis Ustadz Adi Hidayat: Analisis Isi Dakwah Digital Pascapandemi di YouTube Izzah Nur Fadhila
Jurnal Al Nahyan Vol. 2 No. 2 (2025): Al-Nahyan : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islan STAIMAS Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis Ustadz Adi Hidayat (UAH) serta bentuk-bentuk pesan dakwah yang disampaikan melalui kanal YouTube “Adi Hidayat Official” selama periode pascapandemi, khususnya antara Juni hingga September 2023. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi terhadap 82 video, temuan diklasifikasikan ke dalam tiga tema utama: akidah (keimanan), syariah (hukum Islam), dan akhlak (etika). Kebaruan pada riset ini adalah konsep baru mengenai dakwah digital sebagai strategi komunikasi krisis utama, bukan sekadar medium alternatif.  Selain itu, penelitian ini menggunakan metode analisis interdisipliner yang menggabungkan teori komunikasi krisis dan ilmu dakwah Islam Strategi instruksional dan penyesuaian berbasis narasi persuasif, yang menciptakan model dakwah kontekstual, adaptif, dan responsif. Dakwah digital berpotensi membentuk komunitas iman digital yang berfungsi sebagai ruang healing, edukasi, dan ketahanan spiritual masyarakat pascapandemi. Hasil menunjukkan bahwa UAH mengimplementasikan dua strategi komunikasi krisis utama yaitu informasi instruksional, yang memberikan panduan spiritual dan praktis, serta informasi penyesuaian, yang mendukung adaptasi psikososial dan perubahan dalam praktik ibadah. Pesan-pesan dakwah disampaikan melalui pendekatan naratif persuasif, yang memanfaatkan kisah, analogi, dan retorika untuk memperkuat pemahaman serta mendorong perubahan perilaku audiens. Studi ini menyoroti pergeseran dakwah digital dari alternatif menjadi strategi utama komunikasi Islam di era pascapandemi, dengan UAH sebagai contoh figur religius yang membangun model dakwah kontekstual, adaptif, dan responsif melalui media digital.