Arya Firentiano Cahya Putra
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA MELALUI PROGRAM BERBAGI SEMBAKO BERBASIS PARTISIPASI DAN EDUKASI SOSIAL DI DESA SUKODONO SIDOARJO Arya Firentiano Cahya Putra
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim PKM bersama Pemerintah Desa Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, sebagai mitra utama, dengan sasaran rumah tangga rentan ekonomi yang ditetapkan melalui verifikasi perangkat desa dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai pembagian bantuan, tetapi sebagai intervensi sosial partisipatif melalui pendataan penerima, edukasi kepedulian sosial, pengemasan, distribusi paket sembako, dan evaluasi bersama. Tujuan kegiatan adalah meringankan kebutuhan pangan sekaligus memperkuat solidaritas sosial warga melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, koordinasi dengan mitra, penyusunan kriteria penerima, sosialisasi nilai gotong royong, distribusi berbasis relawan warga, serta evaluasi melalui observasi, wawancara singkat, dan dokumentasi. Output konkret kegiatan berupa tersalurkannya 100 paket sembako kepada 100 penerima manfaat, daftar penerima hasil verifikasi bersama, serta rekomendasi tindak lanjut bagi mitra desa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan nyata berupa meningkatnya interaksi warga selama proses persiapan dan distribusi, keterlibatan warga sebagai relawan, serta munculnya inisiatif saling membantu di lingkungan sekitar. Kontribusi kegiatan ini adalah model berbagi sembako partisipatif-edukatif yang mengubah kegiatan bantuan dari pola karitatif menjadi media penguatan modal sosial dan kohesi masyarakat desa. Keterbatasan kegiatan terletak pada cakupan penerima yang masih terbatas dan belum optimalnya pengukuran pra–pasca secara kuantitatif, sehingga program lanjutan perlu dilengkapi dengan instrumen evaluasi yang lebih terukur.