Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui pembagian sembako merupakan bentuk kepedulian sosial yang mudah dipahami, cepat dirasakan manfaatnya, dan relevan bagi warga yang menghadapi tekanan ekonomi. Artikel ini membahas rancangan, pelaksanaan, hasil, dan evaluasi kegiatan pembagian sembako yang dilaksanakan di Desa Kebonagung, Pasuruan, dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga memperkuat solidaritas, memetakan kebutuhan warga, serta membangun kerja sama antara panitia, mitra desa, tokoh masyarakat, relawan, dan penerima manfaat. Pelibatan masyarakat secara langsung dalam pendataan, pengemasan, distribusi, dan evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari PKM. Urgensi kegiatan ini sejalan dengan temuan bahwa pandemi dan tekanan ekonomi menurunkan pendapatan rumah tangga serta meningkatkan risiko kerentanan pangan pada sebagian keluarga. Metode pengabdian meliputi observasi kebutuhan bersama mitra masyarakat, pendataan calon penerima, penggalangan donasi, pengemasan paket, distribusi, dokumentasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kebonagung, Pasuruan, dengan melibatkan 150 orang penerima manfaat, 200 paket sembako, dan dukungan 50 relawan. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur, dan bahan pokok lain sesuai kebutuhan harian warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembagian sembako membantu mengurangi beban pengeluaran jangka pendek, memperkuat hubungan sosial, dan mendorong budaya gotong royong. Namun, kegiatan ini tetap perlu memperhatikan ketepatan sasaran, transparansi data penerima, kualitas isi paket, serta keberlanjutan program agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.