p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dar El-Falah
Deddy Ahmad Fajar
stie darul falah mojokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Digital Sebagai Solusi Pencegahan Korupsi di Era Pemerintahan Modern Deddy Ahmad Fajar; Achmad Saiful Anwar; Abdul Aziz Attamimi; Agus Bintoro
Dar El-Falah Vol 4 No 2 (2025): VOL 4 NO 2 (2025) : JULI
Publisher : Dar El-Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan struktural yang menghambat efektivitas pemerintahan, merusak kepercayaan publik, serta mengganggu efisiensi pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan tersebut, teknologi digital hadir sebagai solusi strategis yang mampu memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan transparansi, dan memperkecil ruang terjadinya penyimpangan dalam birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap berbagai sumber literatur ilmiah yang membahas penerapan teknologi digital seperti e-government, e-budgeting, dan e-procurement dalam konteks pencegahan korupsi. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi proses administrasi dan pengelolaan keuangan publik memungkinkan pencatatan yang akurat dan terdokumentasi secara real-time, sehingga memudahkan proses audit serta meminimalkan interaksi tatap muka yang rentan terhadap penyuapan dan kolusi. Selain itu, teknologi digital juga berperan penting dalam membentuk budaya antikorupsi di tengah masyarakat. Platform pelaporan daring dan media digital memperluas ruang partisipasi publik dalam pengawasan pemerintahan dan mendorong penanaman nilai-nilai integritas secara luas. Inovasi seperti blockchain dan kecerdasan buatan (AI) telah membuka peluang besar dalam pendeteksian dini potensi korupsi melalui pengelolaan data yang transparan, terdesentralisasi, dan berbasis algoritma. Namun demikian, efektivitas teknologi sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur digital, integritas pelaksana, kerangka regulasi yang adaptif, dan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, keberhasilan strategi antikorupsi berbasis digital memerlukan integrasi menyeluruh antara inovasi teknologi dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) untuk menciptakan sistem yang efisien, adil, dan bebas dari korupsi.
MEMBANGUN MASA DEPAN CERAH DAN BERKELANJUTAN DENGAN PILAR EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN YANG SEIMBANG DAN HARMONIS Reza Mentari Rahmadani; Umi Nur Fadhila; Deddy Ahmad Fajar
Dar El-Falah Vol 5 No 1 (2026): VOL 5 NO 1 (2026) : JANUARI
Publisher : Dar El-Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan ketiga pilar pembangunan berkelanjutan agar tercipta masa depan yang merangkul semua orang dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keseimbangan dan harmoni antara pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat diwujudkan dalam praktik pembangunan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan analisis literatur dan kajian kebijakan terkini untuk memahami interaksi dan sinergi antar pilar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pertumbuhan ekonomi didukung oleh keadilan sosial dan pelestarian lingkungan secara bersamaan. Ketidakseimbangan salah satu pilar berpotensi menimbulkan masalah sosial dan kerusakan lingkungan yang menghambat kemajuan jangka panjang. Penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan yang mrnyeluruh dan melibatkan masyarakat, serta pemanfaatan inovasi teknologi untuk memperkuat integrasi ketiga pilar. Kesimpulannya, membangun masa depan yang cerah dan berkelanjutan memerlukan sinergi yang harmonis antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Hasil ini penting sebagai landasan pengembangan kebijakan dan praktik pembangunan yang merangkul semua dan berkelanjutan.