Syukri
Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Proses Manusia Belajar Menurut Al-Qur'an: Perspektif Neurosains Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Muhammad Yusuf Arfizi; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar manusia berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan menghubungkannya dengan temuan dalam ilmu neurosains, serta menganalisis relevansinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang holistik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi pustaka sistematis. Literatur yang digunakan dipilih secara purposif dari database ilmiah dan sumber akademis terbitan 10 tahun terahir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik. Temuan utama menunjukkan bahwa proses belajar dalam Al-Qur’an mencakup tiga tahapan integral: pengamatan dan persepsi, penalaran dan refleksi, serta internalisasi dan aplikasi. Ketiga tahapan ini terbukti relevan dengan fungsi-fungsi otak sebagaimana dijelaskan dalam neurosains, seperti aktivitas korteks sensorik, prefrontal, dan limbik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat wacana neurosains spiritual, serta memiliki implikasi praktis dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang menyatukan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini juga menekankan perlunya kurikulum yang berorientasi pada fitrah manusia melalui integrasi nilai-nilai Qur’ani dan sains modern. Studi ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris untuk menguji model pembelajaran integratif secara langsung dalam konteks kelas.
Metode Pembelajaran Pendidikan Islam Yang Relevan Di Era Disrupsi Muhammad Solihin; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran pendidikan Islam yang relevan di era disrupsi dengan menganalisis integrasi antara pendekatan tradisional, prinsip-prinsip Qurani, dan pemanfaatan teknologi digital. Latar belakang dari penelitian ini adalah tuntutan terhadap dunia pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tetap menjaga esensi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber akademik seperti jurnal, buku, dan dokumen terkait yang relevan. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola integratif dalam penerapan metode pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional seperti ceramah dan diskusi masih relevan jika dikontekstualisasikan dengan media dan kebutuhan digital. Sementara itu, prinsip-prinsip Qurani seperti hikmah, qiṣṣah, dan mau‘iẓah menjadi fondasi etis dan spiritual yang memperkaya pembelajaran. Inovasi teknologi seperti pembelajaran daring, aplikasi mobile, dan pendekatan berbasis proyek juga dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran yang fleksibel dan kolaboratif. Integrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan model pembelajaran Islam yang adaptif, bermakna, dan aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis terhadap pengembangan strategi pembelajaran Islam di era digital. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kurikulum dan pelatihan guru di lingkungan pendidikan Islam.
Perkembangan Teori Humanistik dalam Pendidikan Aqidah Akhlaq Menjadi Landasan Penguatan Karakter Islami Muhamad Amier Ali; Syukri
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jirs.v2i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Teori Humanistik dalam Pendidikan Aqidah Akhlaq Menjadi Landasan Penguatan Karakter Islami dan implemetasinya pada pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data berasal dari buku, jurnal, dan hasil penelitian. Analisis data dilakukan melalui content analysis, Content analysis merupakan teknik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan dalam upaya menemukan ciri-ciri suatu pesan, dan dilakukan secara objektif dan sistematis yang terkandung dalam media komunikasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan teori humanistik dalam pendidikan Aqidah Akhlaq dan implikasinya terhadap proses pembelajaran. Melalui tinjauan literatur, kajian ini memaparkan bahwa teori humanistik menekankan pada kemampuan manusia untuk berpikir secara sadar dan rasional, mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, serta bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya didalam jurnal ini Teori Humanistik dan Pendidikan Akhidah dan Akhlaq bukanlah sekedar pengajaran pengetahuan dan kemahiran berpikir dan teknik. Tetapi pada waktu yang sama pendidikan adalah proses pengembangan sosial, pengembangan ekonomi, pemikiran intelektual, emosi, dan akhlak, karna dalam Pendidikan Akhlaq tentu dengan tujuan membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi ini penting untuk menanamkan fondasi keimanan yang kuat sebagai landasan pembentukan karakter
Perbandingan Efektivitas Pembelajaran Tematik Berbasis Al-Bayan dan Metode Tradisional Dalam Menanamkan Nilai Estetika Islam di MTS Badrul Islam Arman Jayadi jayadi; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i1.67

Abstract

Pendidikan Islam di Madrasah Tsanawiyah (MTs) memegang peran penting dalam membentuk karakter dan nilai estetika generasi muda. Namun, metode tradisional sering kali kurang efektif dalam menanamkan nilai estetika Islam secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pembelajaran tematik berbasis Al-Bayan dengan metode tradisional dalam menanamkan nilai estetika Islam di MTs Badrul Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen komparatif. Sampel terdiri dari 61 siswa kelas VII dan VIII yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (30 siswa) dan kelompok kontrol (31 siswa). Instrumen penelitian meliputi pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa terhadap nilai estetika Islam sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa metode pembelajaran tematik berbasis Al-Bayan secara signifikan lebih efektif dibandingkan metode tradisional dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai estetika Islam. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan tematik berbasis Al-Bayan, dengan integrasi nilai-nilai estetika Islam ke dalam berbagai disiplin ilmu, mampu memberikan dampak yang lebih mendalam dan holistik terhadap penginternalisasian nilai-nilai tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam pendidikan Islam.
Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Pendidikan Islam: Fikih dan SKI Muhamad hanapiah al farizi; syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.69

Abstract

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya pada mata pelajaran Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), menjadi topik yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Fikih dan SKI, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data telah dikumpulkan dari berbagai literatur yang membahas penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran Fikih melibatkan lima tahapan utama, yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam pembelajaran SKI, pendekatan ini diterapkan dengan cara mengkaji sumber sejarah, menganalisis peristiwa, serta membangun pemahaman berdasarkan bukti yang tersedia. Tantangan utama dalam penerapan pendekatan ini meliputi kurangnya keterampilan guru dalam mengimplementasikan metode saintifik, keterbatasan sumber belajar yang memadai, serta tingkat keterlibatan siswa yang bervariasi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan pemahaman siswa secara lebih mendalam dan mendorong pemikiran kritis serta analitis. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara lebih sistematis dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Meningkatkan Pemahaman Al-Qur’an Hadits Melalui Desain Pembelajaran Berbasis Teori Didi Firmansyah; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.70

Abstract

Dalam dunia pendidikan Islam, pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur'an dan Hadits merupakan elemen fundamental yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik. Menanamkan pemahaman Al-Qur'an dan Hadits yang kuat sejak dini dapat menjadi fondasi dalam membentuk karakter dan kepribadian Islami. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan desain pembelajaran yang efektif dan efisien yang berlandaskan pada teori-teori pendidikan yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran berbasis teori yang dapat meningkatkan pemahaman Al-Qur'an dan Hadits pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan melakukan tinjauan kritis terhadap teori-teori pembelajaran dan desain instruksional yang dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori belajar konstruktivisme, teori pemrosesan informasi, dan teori belajar sosial dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits yang efektif. Desain pembelajaran berbasis teori ini dapat mencakup strategi pembelajaran aktif, penggunaan media dan teknologi, serta pendekatan kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan landasan teoretis dalam mengembangkan model dan strategi pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan ajaran Islam secara komprehensif oleh peserta didik.
Revitalisasi Metode Pembelajaran Al-Qur'an Pada Siswa Kelas VI SDIT Putri Abu Hurairah Mataram: Kajian Terhadap Inovasi Pengajaran PAI di Era 5.0 Saripudin; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.72

Abstract

Era Revolusi Industri 5.0 telah mendorong inovasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi metode pembelajaran al-Qur'an pada siswa kelas VI SDIT Putri Abu Hurairah Mataram, mengkaji inovasi pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan kebutuhan era digital, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah ini telah mengintegrasikan metode tahfiz digital berbasis aplikasi dengan fitur interaktif, yang efektif meningkatkan hafalan dan pemahaman siswa terhadap al-Qur'an. Selain itu, inovasi pengajaran PAI dilakukan melalui pendekatan project-based learning yang melibatkan siswa dalam kegiatan praktis seperti proyek amal dan kampanye lingkungan Islami. Strategi ini menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan aplikasi tahfiz yang lebih personal, pelatihan guru untuk adaptasi teknologi, dan penerapan lebih luas model pembelajaran berbasis proyek. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang relevan dengan tantangan era Revolusi Industri 5.0, khususnya di pendidikan Islam.
Sistem Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI): Pendekatan, Metode, dan Implementasi L. Rian Gunawan; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.73

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), yang bertujuan untuk menilai pencapaian peserta didik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan, metode, dan implementasi sistem evaluasi dalam pembelajaran PAI, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup analisis terhadap berbagai literatur yang membahas evaluasi pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem evaluasi pembelajaran PAI menerapkan tiga pendekatan utama, yaitu kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi. Pendekatan kuantitatif dominan dalam mengukur aspek kognitif melalui tes tertulis, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi aspek afektif dan psikomotorik melalui observasi dan wawancara. Pendekatan kombinasi memberikan hasil yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan kedua metode tersebut. Selain itu, metode evaluasi yang umum digunakan dalam pembelajaran PAI meliputi tes tertulis, observasi, portofolio, dan penilaian berbasis proyek. Implementasi evaluasi dalam Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengoptimalkan penilaian terhadap aspek afektif dan psikomotorik serta meningkatkan kesiapan guru dalam menggunakan metode evaluasi yang lebih inovatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem evaluasi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan komprehensif. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang instrumen evaluasi yang lebih holistik dan bagi pembuat kebijakan dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih adaptif.
Teori Belajar Kognitif dan Penerapannya pada Pembelajaran PAI Ati Rahmawati; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i1.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori belajar kognitif dan penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori belajar kognitif menekankan bahwa belajar adalah proses internal yang melibatkan aktivitas mental seperti memori, penalaran, dan pemrosesan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur untuk menganalisis konsep dasar teori kognitif, penerapannya dalam pembelajaran PAI, dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori kognitif dapat membantu guru memahami karakteristik peserta didik, termasuk perkembangan, motivasi, dan minat mereka, sehingga memungkinkan pembelajaran yang lebih efektif. Strategi penerapan meliputi pembelajaran kontekstual berbasis masalah, penggunaan teknologi, pemahaman tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget, dan pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teori kognitif dalam pembelajaran PAI tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, tetapi juga mendorong internalisasi nilai-nilai Islami. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan bagi guru PAI dalam merancang strategi pembelajaran berbasis teori kognitif untuk mendukung pembentukan karakter Islami peserta didik.