Syamsul Arifin
Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Diferensiasi Proses pada Pembelajaran PAI di SMAN 1 Gunungsari Ati Rahmawati; Syamsul Arifin; Mustain
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi diferensiasi proses dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Gunungsari, dengan fokus pada efektivitas, faktor pendukung dan penghambat, persepsi pelaku, serta relevansi rancangan terhadap konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru PAI dan 15 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive dan maximum variation sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, lalu dianalisis menggunakan model tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi proses diterapkan melalui tiga pendekatan utama: learning stations, tiered activities, dan choice boards. Pendekatan ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif, motivasi, dan hasil belajar siswa. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, fleksibilitas ruang kelas, dan kolaborasi antar guru, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, alat peraga, serta belum adanya SOP diferensiasi PAI. Persepsi guru dan siswa terhadap strategi ini umumnya positif, dengan peningkatan rasa dihargai dan efektivitas asesmen. Rancangan diferensiasi juga telah disesuaikan dengan budaya lokal, seperti kisah tokoh Sunda dan proyek berbasis batik atau lagu religi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi diferensiasi proses efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI yang inklusif, namun memerlukan dukungan struktural dan pelatihan guru. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik diferensiasi yang kontekstual dan responsif dalam pendidikan agama di sekolah menengah.
Self awareness sebagai Langkah Preventif Bully di Sekolah Zayyanisa Putri Jiwani; Syamsul Arifin; Erlan Muliadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17909

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku bully di lingkungan sekolah yang berdampak pada kondisi mental, emosional, dan sosial peserta didik. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman self awareness (kesadaran diri) pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self awareness peserta didik serta fungsinya sebagai upaya pencegahan perilaku bully di MTs NW Suryawangi Loang Sawak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik di MTs NW Suryawangi telah memiliki tingkat self awareness yang cukup baik. Hal ini terlihat dari kemampuan mereka dalam mengenali emosi diri, memahami kelebihan dan kekurangan, serta mampu mengontrol perilaku dalam interaksi sosial. Adapun fungsi self awareness tersebut meningkatkan pengelolaan emosi yang lebih baik, menumbuhkan empati, dan kemampuan memilih cara penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Semua fungsi self awareness ini secara signifikan mampu mencegah perilaku bully di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari pihak sekolah untuk terus mengembangkan kesadaran diri peserta didik guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan harmonis.