Saat ini, teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Penggunaan teknologi ini telah meluas ke berbagai bidang, seperti psikologi, pendidikan, pertanian, dan kesehatan. Hal ini mendorong para profesional untuk terus mengembangkan komputer dengan tujuan membantu atau bahkan melampaui kemampuan manusia. Salah satu bentuk pengembangan komputer yang disebut sistem pakar digunakan untuk meniru pengetahuan dan keterampilan seorang pakar manusia dalam suatu topik tertentu. Tujuan utama sistem pakar adalah memberikan jawaban atau saran yang sebanding dengan yang diberikan oleh pakar manusia. Salah satu metode yang digunakan dalam pengembangan sistem pakar adalah metode Backward Chaining. Metode ini digunakan dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang terintegrasi dalam sistem berbasis aturan (rule-based system). Metode Backward Chaining mengacu pada proses penalaran yang dimulai dari tujuan atau kesimpulan yang ingin dicapai. Kemudian, secara mundur (backward), sistem mengikuti aturan-aturan yang ada untuk mencari fakta atau informasi yang mendukung tujuan tersebut. Dalam pengembangan sistem pakar menggunakan metode Backward Chaining, sistem dirancang agar dapat beroperasi di berbagai perangkat, seperti web, mobile, atau desktop. Penelitian ini menggunakan metodologi Systematic Literature Review(SLR) dengan tujuan untuk menentukan bidang, platform, serta kelebihan dan kekurangan penggunaan metode Backward Chaining pada sistem pakar yang mengandalkan informasi dari jurnal-jurnal terkait antara tahun 2018 hingga 2023.