Program Asisten Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang bertujuan memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi siswa terhadap mahasiswa Asisten Mengajar di SMP 18 Bengkulu dengan menelaah gaya mengajar, kedekatan relasional, manajemen kelas, serta dampak kehadiran mahasiswa terhadap motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa diterima sangat baik oleh siswa. Mahasiswa dinilai memiliki gaya mengajar yang lebih santai, komunikatif, serta variatif melalui penggunaan media digital dan metode pembelajaran interaktif. Kedekatan usia menjadikan relasi mahasiswa dan siswa lebih cair sehingga siswa merasa nyaman bertanya dan berdiskusi. Namun demikian, kemampuan mahasiswa dalam pengelolaan kelas dan ketegasan masih perlu diperkuat karena beberapa siswa mengamati bahwa suasana kelas mudah menjadi ramai. Kehadiran mahasiswa terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemanfaatan teknologi, apresiasi positif, dan suasana kelas yang menyenangkan. Penelitian ini menegaskan bahwa Program Asisten Mengajar memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun perlu ditunjang dengan peningkatan keterampilan manajemen kelas bagi mahasiswa.