Kemampuan Decision Making merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Namun kenyataannya di Sekolah Dasar, kemampuan ini masih tergolong rendah karena dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan STEM terhadap kemampuan Decision Making pada muatan IPAS siswa kelas V SD Negeri 1 Kintamani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Post-test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 54 siswa yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu 27 siswa pada kelompok eksperimen dan 27 siswa pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran dengan pendekatan STEM, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Child and Adolescent Participation in Decision-Making Questionnaire (CAP-DMQ). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Decision Making siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, hasil perhitungan effect size menunjukkan nilai r = 0,63 yang termasuk dalam kategori pengaruh besar berdasarkan kriteria Cohen. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan STEM berpengaruh besar terhadap kemampuan Decision Making pada muatan IPAS siswa kelas V sekolah dasar.