This Author published in this journals
All Journal Jurnal Instrumentasi
Anwar, Christa Dwi Novianti
National Measurement Standards - National Standardization Agency of Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan dan Penerapan Uji Profisiensi Untuk Deteksi Aflatoksin Dalam Pala Satriaji, Kukuh Prawita; Styarini, Dyah; Handayani, Ratih; Anwar, Christa Dwi Novianti; Boonyakong, Cherapaa
Instrumentasi Vol 50, No 1 (2026): Dalam Proses Penerbitan
Publisher : National Standardization Agency of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v50i1.837

Abstract

Standar Nasional Satuan Ukuran Indonesia (SNSU BSN) telah menyelenggarakan skema Uji Profisiensi (UP) untuk aflatoksin B1 dan B2 dalam pala, guna meningkatkan kompetensi dan mengevaluasi laboratorium pengujian di Indonesia. Material UP terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas dan stabilitas sebelum dikirim ke peserta. Sampel UP dievaluasi homogenitas dan stabilitasnya mengacu pada ISO 13528:2022 dan ISO 33405:2024. Uji homogenitas dilakukan dengan menganalisis 10 botol secara duplo. Hasil penilaian menunjukan bahan tersebut cukup homogen. Pada analisis stabilitas setelah penyimpanan selama 3 minggu pada suhu pengiriman (40 ?), kedua jenis aflatoksin menunjukan degradasi, mengindikasikan stabilitas yang rendah. Evaluasi kinerja laboratorium dinilai menggunakan z-score untuk aflatoksin B1 dan z’-score untuk aflatoksin B2, dengan berdasarkan nilai acuan. Simpangan baku untuk penilaian profisiensi dihitung menggunakan persamaan Horwitz. Sebanyak 10 laboratorium melaporkan hasil untuk kedua analit. Dari sepuluh laboratorium yang ikut serta dalam skema UP, hanya 30% yang mendapatkan hasil yang memenuhi syarat untuk aflatoksin B1, dan 20% untuk aflatoksin B2. Skema UP ini meningkatkan kompetensi laboratorium pengujian pangan di Indonesia, mengatasi keterbatasan layanan penyelenggara uji profisiensi untuk analisis pala sekaligus memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan melalui uji banding antar laboratorium.