ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of two training methods, namely kick target sandsack and squat, in improving the speed of crescent kicks among extracurricular pencak silat participants. The research problem focuses on the suboptimal kicking speed, which affects the effectiveness of attacks during matches. The method employed was a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach, involving 16 samples selected from a total population of 20 participants. The treatment was conducted over four weeks with a training frequency of four sessions per week. Data analysis was performed using paired sample t-test and independent sample t-test to examine within-group improvements and between-group differences. The results showed that both training methods significantly improved crescent kick speed (p < 0.05). However, no significant difference was found between the two methods (p > 0.05), indicating that both approaches have relatively similar effectiveness. These findings suggest that performance improvement can be achieved through different training approaches as long as training principles are applied consistently. Therefore, both training methods can be used as alternative strategies in training programs to enhance crescent kick speed in pencak silat athletes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dua metode latihan, yaitu kick target sandsack dan squat, dalam meningkatkan kecepatan tendangan sabit pada peserta ekstrakurikuler pencak silat. Permasalahan penelitian berfokus pada belum optimalnya kecepatan tendangan yang berdampak pada efektivitas serangan dalam pertandingan. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan pendekatan pretest-posttest, melibatkan 16 sampel yang dipilih dari total populasi 20 peserta. Perlakuan diberikan selama empat minggu dengan frekuensi latihan empat kali per minggu. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test untuk mengukur perubahan dan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kecepatan tendangan sabit (p < 0,05). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kedua metode latihan (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa keduanya memiliki efektivitas yang relatif setara. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan performa dapat dicapai melalui pendekatan latihan yang berbeda selama prinsip latihan diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif dalam program latihan untuk meningkatkan kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat.