ABSTRACT The accuracy of the back serve is a crucial component in sepaktakraw performance; however, the effectiveness of training methods used to enhance this skill still requires deeper empirical investigation. This study aims to analyze the effects of pecing pad and partner-toss training methods, differences in leg length, and their interaction on back-serve accuracy among male adolescent athletes. An experimental method with a 2×2 factorial design was employed, involving 32 athletes selected through simple random sampling. Data were collected using pretest and posttest procedures with leg length measurements and a service skill test, and analyzed using two-way ANOVA at a significance level of 0.05. The results indicate that partner-toss training produces greater improvements in serve accuracy compared to pecing pad, primarily due to its dynamic stimulus, which enhances timing and motor adaptation. In addition, athletes with longer legs demonstrate better performance than those with shorter legs, suggesting a biomechanical contribution to service effectiveness. The findings also reveal a significant interaction between training methods and leg length, indicating that training success depends on the alignment between training approach and athletes’ physical characteristics. Overall, this study highlights the importance of employing training methods based on varied stimuli and individualized approaches to improve technical skills in sports. The findings provide practical implications for coaches in designing more adaptive and athlete-centered training programs, while also offering directions for future research to incorporate additional physical and psychological variables. ABSTRAK Kemampuan ketepatan servis punggung merupakan komponen penting dalam performa permainan sepak takraw, namun efektivitas metode latihan yang digunakan dalam meningkatkan keterampilan ini masih memerlukan kajian empiris yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode latihan pecing pad dan lambungan teman, perbedaan panjang tungkai, serta interaksi keduanya terhadap ketepatan servis punggung pada atlet remaja putra. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2, melibatkan 32 atlet yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest menggunakan instrumen pengukuran panjang tungkai dan tes keterampilan servis, kemudian dianalisis dengan two-way ANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan peningkatan ketepatan servis yang lebih optimal dibandingkan pecing pad, terutama karena karakteristik stimulus yang bersifat dinamis mampu meningkatkan kemampuan timing dan adaptasi gerak. Selain itu, atlet dengan tungkai lebih panjang menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan tungkai pendek, yang mengindikasikan adanya kontribusi faktor biomekanik dalam efektivitas gerakan servis. Temuan lain menunjukkan adanya interaksi antara metode latihan dan panjang tungkai, yang menegaskan bahwa keberhasilan latihan dipengaruhi oleh kesesuaian antara pendekatan latihan dan karakteristik fisik atlet. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan metode latihan berbasis variasi stimulus dan pendekatan individual dalam meningkatkan keterampilan teknik olahraga. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelatih untuk merancang program latihan yang lebih adaptif dan berbasis karakteristik atlet, serta membuka peluang pengembangan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan variabel fisik dan psikologis lainnya.