ABSTRACT Nurses providing nursing services can experience workloads that cause stress, which can lead to burnout syndrome. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and burnout among nurses at Diponegoro Dua Satu Klaten General Hospital. This study used a cross-sectional approach with proportional random sampling as the sampling technique. The instruments used were a workload questionnaire and a burnout questionnaire, and the analysis method employed was Kendall's tau B. The study found that 42 nurses (75%) had high workload and 36 nurses (64.3%) had low burnout. The statistical test yielded a P-value of 0.001, where P-value < α-value (0.05). The workload experienced by nurses is classified as high, while the burnout level is low; however, the burnout level falls within the low category. It is recommended that respondents establish work hour limits, take breaks when tired, and make optimal efforts in their work. Keywords: Workload, Burnout, Nurses ABSTRAK Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan dapat menimbulkan beban kerja dan mengakibatkan stress kepada perawat yang dapat mengakibatkan burnout syndrome. Tujuan penelitian ini untuk menetahui hubungan beban kerja dengan burnout perawat RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik sampling yaitu proportional random sampling, instrumen yang digunakan adalah kuesioner beban kerja dan kuesioner burnout, serta analisis yang digunakan yaitu Kendal tau B. Penelitian ini didapatkan 42 beban kerja tinggi (75%) dan 36 burnout rendah (64,3%). Hasil Uji statistik diperoleh nilai P value = 0.001 maka p value < nilai α (0.05). Beban kerja yang dialami perawat berada pada beban kerja tinggi dan tingkat burnout rendah namun untuk tingkat burnout berada dalam kategori redah. Diharapkan kepada responden agar menetapkan batasan jam bekerja, istirahat jika lelah, dan melakukan usaha yang optimal dalam pekerjaannya. Kata Kunci : Beban Kerja, Burnout, Perawat