Stocks are popular investment instruments because they offer higher potential returns than most other investments. With the right analysis and understanding of the market, investors can earn significant gains, whether in the short or long term. Today, platforms like Yahoo Finance make it easier for investors by providing stock prices, company profiles, and historical performance data.In recent years, stocks from Indonesia, the United States, and China have gained more interest among Indonesian investors as they begin to diversify beyond traditional options like bank deposits. This study compares the performance of trading and service sector stock portfolios from these three countries during the 2022–2023 period. The research uses a descriptive quantitative approach with a comparative method and purposive sampling.The portfolio performance was measured using the Sharpe and Calmar ratios, and the results were further tested with an independent t-test. The study finds that portfolios focused only on one sector (either trading or services) consistently perform better than portfolios that combine both sectors. Saham merupakan instrumen investasi yang populer karena menawarkan potensi return yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan instrumen investasi lainnya. Dengan analisis dan pemahaman pasar yang tepat, investor dapat memperoleh keuntungan yang signifikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Saat ini, platform seperti Yahoo Finance mempermudah investor dengan menyediakan informasi harga saham, profil perusahaan, dan data kinerja historis. Dalam beberapa tahun terakhir, saham dari Indonesia, Amerika Serikat, dan Tiongkok semakin menarik minat investor Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk melakukan diversifikasi di luar instrumen tradisional seperti deposito. Penelitian ini membandingkan kinerja portofolio saham sektor perdagangan dan jasa dari ketiga negara tersebut selama periode 2022–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode komparatif dan teknik purposive sampling. Kinerja portofolio diukur menggunakan rasio Sharpe dan Calmar, dan hasilnya diuji lebih lanjut dengan uji t independen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa portofolio yang berfokus hanya pada satu sektor (baik perdagangan maupun jasa) secara konsisten memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan portofolio yang menggabungkan kedua sektor tersebut.