Perkembangan layanan keuangan digital, terutama pinjaman berbasis daring, telah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh dana secara cepat. Namun, kemudahan ini tidak lepas dari berbagai pertimbangan dan risiko yang harus diperhatikan saat mengambil keputusan finansial, terutama bila dibandingkan dengan lembaga pembiayaan formal yang memiliki prinsip pengelolaan lebih tradisional. Penelitian ini mencoba memahami faktor-faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat Desa Paya Pinang, Sumatera Utara, dalam menggunakan pinjaman daring dibandingkan lembaga resmi. Faktor-faktor yang dikaji meliputi tingkat kemudahan akses, keamanan, tekanan ekonomi, dan pandangan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan teknik survei. Pengumpulan informasi dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah warga terpilih secara acak. Data kemudian dianalisis menggunakan serangkaian uji untuk memastikan konsistensi jawaban dan hubungan antarvariabel, termasuk analisis untuk melihat pengaruh masing-masing faktor terhadap keputusan masyarakat.Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan dapat diandalkan. Temuan utama mengungkapkan bahwa kemudahan dalam mengakses layanan dan kondisi ekonomi menjadi penentu kuat dalam keputusan masyarakat untuk menggunakan pinjaman daring. Sementara itu, lembaga resmi masih dinilai kurang responsif terhadap kebutuhan finansial yang mendesak. Analisis menunjukkan sebagian besar keputusan masyarakat dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang diteliti, sementara sisanya dipengaruhi oleh pertimbangan lain di luar lingkup penelitian ini.