Infrastruktur jaringan komputer di institusi pendidikan sering menghadapi tantangan stabilitas performa seiring kompleksitas topologi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas layanan jaringan di laboratorium komputer SMA Negeri 5 Tasikmalaya yang menggunakan penyedia iForte dengan bandwidth 200 Mbps dan topologi daisy chain (estafet) antar switch unmanaged. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang dibatasi pada tahap analisis dan pemantauan, dengan standar evaluasi Quality of Service (QoS) mengacu pada TIPHON. Pengambilan data dilakukan secara real‑time menggunakan Wireshark untuk analisis paket dan NetSpot untuk pemetaan kekuatan sinyal nirkabel frekuensi 5 GHz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa throughput di Lab A (titik awal) mencapai 8,47 Mbps, sedangkan di Lab C (titik ujung) turun menjadi 2,51 Mbps (penurunan ≈70%), yang mengindikasikan bahwa setiap hop tambahan dalam topologi daisy chain menurunkan throughput secara signifikan dan berpotensi mengganggu kegiatan pembelajaran daring seperti ujian online dan konferensi video. Packet loss di Lab C tercatat 2,1% dan delay rata‑rata meningkat dari 10,2 ms (Lab A) menjadi 33–46 ms (Lab C). Kekuatan sinyal di area pojok Lab A turun hingga -72 dBm (kategori kurang optimal). Secara keseluruhan, parameter QoS masih dalam kategori baik hingga sangat baik, namun topologi daisy chain menyebabkan akumulasi latensi dan bufferbloat yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan migrasi ke topologi bintang dan optimalisasi penempatan access point untuk menjamin distribusi performa merata.