Keberhasilan proyek konstruksi dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan material, karena material menyumbang sebagian besar biaya proyek. Pengelolaan yang kurang optimal dapat menimbulkan waste material yang berdampak pada peningkatan biaya dan penurunan efisiensi. Salah satu material dengan potensi waste tinggi adalah besi tulangan pada struktur beton bertulang, yang umumnya disebabkan oleh sisa potongan fabrikasi dan perhitungan kebutuhan yang masih konvensional.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian waste material besi tulangan melalui penyusunan Bar Bending Schedule (BBS) berbasis Building Information Modeling (BIM) menggunakan Autodesk Revit. Metode penelitian dilakukan dengan memodelkan elemen struktur kolom, balok, pelat lantai, dan pile cap secara tiga dimensi (3D) berdasarkan data shop drawing. Hasil pemodelan digunakan untuk menyusun dokumen BBS melalui fitur Schedule/Quantities yang memuat jumlah, diameter, panjang, total panjang, dan berat tulangan sebagai dasar analisis kebutuhan material.Hasil menunjukkan adanya perbedaan kuantitas besi tulangan antara metode konvensional (MC 0) dan BBS berbasis BIM, dengan nilai waste material tertinggi sebesar 79,36% pada kolom K-3 dan terendah sebesar -21,70% pada balok B-6K. Nilai positif menunjukkan metode konvensional lebih besar dari BIM, sedangkan nilai negatif menunjukkan sebaliknya, yang mengindikasikan potensi overestimate dan underestimate. Metode BBS berbasis BIM menghasilkan perhitungan yang lebih rinci sesuai SNI 2847:2019, sehingga mampu meningkatkan akurasi perencanaan dan efektivitas pengendalian material.