Keselamatan pasien merupakan komponen utama dalam mutu pelayanan kesehatan sebab berkaitam erat dengan citra rumah sakit, di mana pelaporan insiden keselamatan pasien berperan penting sebagai mekanisme pembelajaran organisasi dan pencegahan kesalahan berulang. Namun, tingkat pelaporan insiden di Indonesia masih rendah yang disebabkan oleh budaya menyalahkan, ketakutan terhadap sanksi, serta rendahnya rasa aman psikologis di lingkungan kerja rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara psychological safety dan keberanian tenaga kesehatan dalam melaporkan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan pencarian literatur dilakukan pada lima basis data (PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda) dengan kriteria publikasi tahun 2020–2025. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil scoping review menunjukkan bahwa psychological safety memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku pelaporan insiden pada tenaga kesehatan. Faktor-faktor seperti kepemimpinan suportif, budaya organisasi non-punitif, serta sistem pelaporan yang transparan dan anonim terbukti memperkuat hubungan tersebut. Sebaliknya, struktur organisasi yang hierarkis, kurangnya umpan balik, dan ketakutan terhadap konsekuensi negatif menjadi penghambat utama. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan iklim kerja yang aman secara psikologis merupakan langkah strategis untuk membangun sistem pelaporan yang efektif, memperkuat budaya keselamatan pasien, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.