Latar belakang: Kekeruhan merupakan parameter fisik krusial dalam media air yang dapat mempengaruhi efektivitas desinfeksi dan keamanan air minum masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan hubungan kekeruhan air baku dan efluen unit akselerator terhadap kualitas air hasil filtrasi di IPA Gunung Pangilun, PDAM Kota Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda untuk menganalisis hubungan kekeruhan dan membangun model prediksi filtrasi. Data dikumpulkan pada 1–5 Juni 2025 di tiga titik pengamatan (inlet, akselerator, dan filtrasi) menggunakan turbidimeter terkalibrasi sesuai SNI 8995:2021. Analisis meliputi statistik deskriptif, korelasi, regresi, serta validasi model dengan MAPE dan RMSE Hasil : Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata kekeruhan air baku (4,00 NTU), unit akselerator (2,62 NTU), dan filtrasi (1,62 NTU) telah memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Namun, ditemukan fluktuasi puncak pada unit filtrasi mencapai 3,68 NTU yang berpotensi menurunkan jaminan keamanan sanitasi. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang lemah antartahapan pengolahan (r < 0,3). Model regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 1,5268 - 0,0802X1 + 0,1594X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 6,29%, mengindikasikan bahwa variasi kualitas hasil filtrasi lebih dominan dipengaruhi oleh faktor operasional internal dibandingkan beban input. Validasi model menunjukkan nilai RMSE 0,52 dan MAPE 7,39%, yang berarti model memiliki akurasi sangat baik sebagai instrumen prediksi. Kesimpulan: Rendahnya korelasi membuktikan sistem pengolahan berfungsi sebagai buffer yang efektif, namun pemantauan tren harian dan optimasi backwash tetap diperlukan untuk memitigasi risiko kesehatan masyarakat akibat lonjakan kekeruhan sesaat.