Baho, Jozef Wojtyla
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Kebebasan Rasional Thomas Aquinas: Kritik Teologis terhadap Adiksi Artificial Intelligence pada Pelajar Baho, Jozef Wojtyla; Prima, Gabriel Putra; Ola, Aloysius Stefanus Boleng
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i10.4363

Abstract

Artikel ini membahas konsep kebebasan rasional menurut Thomas Aquinas dalam menghadapi perkembangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-teologis dalam kerangka teologi moral Katolik dengan menelaah pemikiran Thomas Aquinas mengenai kebebasan manusia sebagai kemampuan untuk memilih yang baik berdasarkan akal budi dan orientasi moral. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep kebebasan rasional menurut Thomas Aquinas dapat menjadi landasan moral bagi pelajar dalam menggunakan AI secara bijaksana dan bertanggung jawab. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji pemikiran Thomas Aquinas tentang kebebasan dan mengaitkannya ketergantungan pelajar terhadap penggunaan AI dalam proses pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI yang tidak disertai evaluasi kritis dapat mendorong pelajar pada sikap pasif, ketergantungan teknologi, dan kecenderungan mencari jalan instan dalam menyelesaikan tugas akademik. Refleksi atas pemikiran Thomas Aquinas memberikan pendasaran moral pada pelajar untuk menggunakan AI secara proporsional sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Kajian ini memberikan kontribusi teologis dalam pengembangan refleksi teologi moral Katolik mengenai relasi manusia dan teknologi, sekaligus menawarkan dasar etis dan edukasi kesadaran bagi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap menghargai martabat akal budi manusia.