Penelitiaiibertujuan untuk menganalisis: (1) hubunganotingkat pendidikan akhir orang tua dengan hasil belajar IPA (2) hubungan motivasiobelajar dengan hasil belajar IPA, dan (3) hubungan antara tingkat pendidikan akhir orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian meliputi seluruh kelas VIII yang berjumlah 365 siswa, dengan sampel sebanyak 187 siswa yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi belajar, daftar isian data tingkat pendidikan akhir orang tua, dan tes hasil belajar IPA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi Pearson Product Moment, Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan akhir orang tua dengan hasil belajar IPA yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,253 berkategori lemah, serta koefisien determinasi sebesar 6,4%. Hasil uji signifikansi menunjukkan nilai Fhitung = 12,618 > Ftabel = 3,89; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPA dengan koefisien korelasi sebesar 0,140 berkategori sangat lemah, serta koefisien determinasi sebesar 2,0%, dengan nilai Fhitung = 4,685 > Ftabel = 3,89; dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan akhir orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA, yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi ganda sebesar 0,280 berkategori lemah, serta kontribusi sebesar 7,8%, dengan nilai Fhitung = 7,799 > Ftabel = 3,05.