ABSTRACT The success of memorizing the Qur’an is not solely determined by cognitive ability, but is also influenced by the level of discipline in managing the learning process. In practice, inconsistencies are still found in time management, regularity of murojaah, and study habits, which in turn affect the stability of students’ memorization. This study aims to examine the effect of discipline on the strength of Qur’anic memorization among students at Ma’had An-Ni’mah Medan. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 37 students selected through simple random sampling. Data were collected using a questionnaire to measure the level of discipline and documentation of final tahfiz examination scores as indicators of memorization strength. Data analysis was conducted using simple linear regression to examine the effect between variables. The results indicate that discipline has a positive and significant effect on memorization strength, with a coefficient value of 0.411 and a significance level of 0.011 (<0.05). Discipline contributes 16.9% to the variance in memorization strength, indicating that it is an important but not dominant factor. These findings highlight that discipline, as a multidimensional construct, plays a role in strengthening memorization quality through the development of consistency and structured learning behaviors. Therefore, strengthening discipline in integration with other factors is a relevant strategy for improving students’ success in memorizing the Qur’an. ABSTRAK Keberhasilan menghafal Al-Qur’an tidak semata ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas kedisiplinan dalam mengelola proses belajar. Dalam praktiknya, masih ditemukan ketidakteraturan dalam pengelolaan waktu, konsistensi murojaah, dan kebiasaan belajar yang berdampak pada stabilitas hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kedisiplinan terhadap kekuatan hafalan Al-Qur’an pada santri di Ma’had An-Ni’mah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 37 santri yang dipilih melalui teknik acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat kedisiplinan serta dokumentasi nilai ujian tahfiz sebagai indikator kekuatan hafalan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kekuatan hafalan dengan nilai koefisien sebesar 0,411 dan signifikansi 0,011 (<0,05). Kontribusi kedisiplinan terhadap variasi kekuatan hafalan sebesar 16,9%, yang menempatkannya sebagai faktor penting namun tidak dominan. Temuan ini menegaskan bahwa kedisiplinan sebagai konstruk multidimensi berperan dalam memperkuat kualitas hafalan melalui pembentukan konsistensi dan keteraturan belajar. Oleh karena itu, penguatan disiplin yang terintegrasi dengan faktor lain menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan keberhasilan santri dalam menghafal Al-Qur’an.