Amania, Inarotul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Program Wisata Buku Sebagai Upaya Penguatan Literasi Di Perpustakaan Umum Kota Surabaya Amania, Inarotul; Susanto, Shobri Firman
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat baca dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan umum mendorong Perpustakaan Umum Kota Surabaya untuk berinovasi melalui Program Wisata Buku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan Program Wisata Buku sebagai upaya penguatan literasi yang mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh dari 14 informan, meliputi koordinator pelaksana, penanggung jawab kegiatan, pendongeng, pendamping tur, peserta program, dan guru pendamping, serta dokumen-dokumen terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Wisata Buku dikelola secara terstruktur melalui: (1) perencanaan yang dirancang sesuai tujuan yang ditetapkan dengan strategi promosi yang disesuaikan dengan sasaran peserta; (2) pengorganisasian dengan pembagian tugas berdasarkan keahlian dan koordinasi yang fleksibel; (3) pelaksanaan melalui rangkaian kegiatan literasi interaktif berupa tur perpustakaan, membaca nyaring, mendongeng, dan permainan edukatif bertema literasi yang disesuaikan dengan jenjang peserta; serta (4) pengawasan melalui evaluasi pascakegiatan dan rapat koordinasi berkala. Program ini mampu menumbuhkan ketertarikan peserta untuk kembali ke perpustakaan sekaligus memperluas wawasan literasi mereka melampaui kemampuan membaca dan menulis. Penilaian keberhasilan program yang masih bersifat kualitatif perlu dikembangkan menjadi indikator yang lebih terukur agar evaluasi dapat dilakukan secara lebih sistematis.