Di tengah tantangan global yang ditandai dengan krisis moral dan disorientasi nilai, pendidikan Islamdituntut untuk tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matangsecara spiritual. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep walāyah sebagaimana dijelaskan dalam HadisQudsi, sebagai kerangka konseptual dalam pembentukan karakter religius dalam pendidikan Islam.Walāyah dipahami sebagai hubungan eksistensial yang erat antara seorang hamba dengan AllahSubhanahu wa ta’ala yang ditumbuhkan melalui kepatuhan terhadap syariat, konsistensi dalammengamalkan ibadah sunnah, serta puncaknya pada cinta ilahi (mahabbah ilahiyyah). Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dengan desain deskriptif-analitis.Hasil kajian menunjukkan bahwa walāyah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memilikiimplikasi pedagogis dalam membina karakter yang jujur, sabar, ikhlas, dan bertanggung jawab. Olehkarena itu, pengintegrasian nilai-nilai walāyah dalam desain pendidikan Islam sangat relevan untukmelahirkan peserta didik yang memiliki kesadaran ilahiah dan integritas moral yang kuat. Artikel inimerekomendasikan agar pendidikan Islam lebih menekankan penghayatan spiritual dalam prosespembelajaran guna menjawab tantangan era modern yang dangkal serta fana secara nilai.Kata Kunci: Walāyah, Karakter Religius, Hadis Qudsi