Abstract The present studies show that environmental problems caused by household waste are a critical issue, including in Indonesia. A survey conducted in 2020 among 140 households that use cooking oil revealed that only 35.7% of respondents dispose of their used cooking oil. A promising approach is the upcycling or recycling of waste into products with added value. This concept is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), in particular SDG 11, which deals with sustainable cities and settlements. The overarching goal of SDG 11 is to emphasise the importance of creating cities and settlements that are inclusive, safe, resilient and sustainable. This study focuses on analysing the potential of recycling used oil in the community of Dukuh Pakis with the aim of promoting the realisation of sustainable settlements. Based on the results of using used cooking oil to make aromatherapy candles in the village of Dukuh Pakis, it can be hypothesised that this initiative not only has a positive impact on the awareness and skills of the population, but is also in line with the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 11. Keyword: Aromatherapy Candles ; SDGs; Used Cooking Abstrak Studi-studi saat ini menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang disebabkan oleh limbah rumah tangga merupakan isu kritis, termasuk di Indonesia. Survei yang dilakukan pada tahun 2020 terhadap 140 rumah tangga yang menggunakan minyak goreng menunjukkan bahwa hanya 35,7% responden yang membuang minyak goreng bekas mereka. Pendekatan yang menjanjikan adalah daur ulang atau pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah. Konsep ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 yang berkaitan dengan kota dan pemukiman berkelanjutan. Tujuan utama SDG 11 adalah menekankan pentingnya menciptakan kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Studi ini berfokus pada analisis potensi daur ulang minyak goreng bekas di komunitas Dukuh Pakis dengan tujuan mempromosikan realisasi pemukiman berkelanjutan. Berdasarkan hasil penggunaan minyak goreng bekas untuk membuat lilin aromaterapi di desa Dukuh Pakis, dapat diasumsikan bahwa inisiatif ini tidak hanya memiliki dampak positif pada kesadaran dan keterampilan penduduk, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 11. Kata Kunci: Lilin Aromaterapi; Minyak Jelantah; SDGs