Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC “ WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL ., Nurmaidah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 2 No. 2 (2016): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v2i2.4392

Abstract

ABSTRAK Karakteristik abu vulkanik ini relatif berbeda dengan debu tanah kering yang biasa dijumpai pada musim kemarau. Abu vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang dierupsikan secara eksplosif. Maka dari itu abu vulkanik bisa menjadi bahan pengisi (filler) dalam campuran aspal AC-WC. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemanfaatan abu vulkanik sebagai bahan pengisi (filler) terhadap nilai uji marshall campuran AC-WC. Pada campuran AC-WC yang biasanya menggunakan filler semen portland, pada penulisan ini filler semen portland akan dibandingkan dengan menggunakan filler abu vulkanik terhadap alat uji marshall dalam campuran AC-WC dengan menggunakan berat jenis agregat yang sama. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan variasi kadar aspal rencana 5,0%; 5,5%; 6,0%; 6,5%; 7,0%. Sampel yang digunakan berjumlah masing-masing 3 buah pada setiap variasi kadar aspal rencana. Sebelum pembuatan benda uji material agregat dan material aspal harus diuji terlebih dahulu dan pengujian benda uji menggunakan alat uji marshall test. Untuk pembuatan benda uji dapat dilihat dari tabel hasil gradasi agregat gabungan. Tujuan dari pengujian dengan menggunakan alat uji marshall test adalah untuk mencari nilai stability, berat jenis bulk, dan kadar aspal optimumnya. Dari hasil penelitian perbandingan Marshall sisa dari kadar aspal optimum yang berbeda dapat disimpulkan untuk penggunaan semen portland sebagai filler dalam campuran ac-wc lebih baik nilai stabilitasnya dibandingkan dengan abu vulkanik sebagai filler dalam campuran ac-wc 1105 kg berbanding dengan 1095 kg.   Kata Kunci : Abu vulkanik, Aspalt concreate “ wearing course, Filler, Karakteristik Marshall, Semen Portland
PENGARUH PENGGUNAAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENAMBAH AGREGAT KASAR MUTU BETON F™C 17 Mpa TERHADAP KUAT TEKAN BETON siregar, Syafiatun; ., Nurmaidah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 2 No. 1 (2016): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v2i1.6917

Abstract

Pada pembangunan beton banyak di gunakan umumnya bangunan sipil. Bahan dasar dari beton ialah campuran semen, air, agregat halus dan agregat kasar, sedangakan beton yang     menggunakan tulangan baja disebut beton bertulang. Sesuai perkembangan zaman dengan teknologi yang mendukung mengakibatkan terus bertambahnya jumlah barang bekas dan berbagai macam limbah yang keberadaannya menjadi masalah bagi kehidupan,  salah satunya adalah limbah tempurung kelapa. Tempurung kelapa ini dapat diperoleh di berbagai tempat dan dapat diolah pada industri pabrik seperti obat nyamuk, arang menjadi karbon aktif, pinsil dan lain sebagainya.Penelitian ini tempurung kelapa digunakan sebagai bahan tambahan pada campuran beton  normal. Variasi penambahan tempurung kelapa pada beton  normal  untuk mengetahui kuat tekan beton  yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton berupa kuat tekan. Adapun variasi tempurung kelapa   yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, dan 30%.Sehingga hasil kuat tekan beton yang di peroleh dari variasi tersebut adalah 54,72 ton , 28,75 ton , 28,59 ton  dan  22,969 ton.. Kata Kunci : beton, kuat tekan , slump, tempurung kelapa  ABSTRACT On the construction of concrete used in general civil buildings. The basic ingrendient of concrete is a mixture of cement, water, fine aggregate and coarse aggregate, while the concrete using steel reinforcement called reinforced concrete. According to the times with technology that supports resulted in increasing number of second “ hand goods and a wide variety of waste whose existence is aproblem for life, one of which waste coconut shell. Coconut shell can be obtained in a variety of place and can be processed in industrial plants such as insect repellent, be carbon activated charcoal, pencil and so forth.This study coconut shell is used as an additive in a mixture of normal concrete. The addition  of coconut shell variation on normal concrete to determine the compressive strenght of concrete is expected to improve the quality of the compressive strenght of the concrete form. As for the variation of coconut shells used were 0%, 10%, 20% and 30%. So rthat the compressive stregth of concrete obtained from the variation is 55.72 tons, 28.75 tons, 28.59 tons and 22.969 tons. Keywords: Integrative Learning Model, Learning Outcomes, foundations Survey and Mapping