Background: TB adalah infeksi mycobacterium tuberculosa yang menular melalui penghirupan droplet nuklei dari individu melalui batuk. Angka kejadian (TBC) di Indonesia mencapai 1.020.000 kasus TB baru per tahun dengan kasus kematian 100.000 paisen pertahun yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia. Purpose: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kepatuhan minum obat pada pasien TB sebelum dan setelah dilakukan intervensi antar obat langsung ke pasien (Anto Langka) di wilayah kerja Puskesmas Modung Kabupaten Bangkalan. Methods: Desain Penelitian Analitik dengan pendekatan esain quasi experimental dengan pendekatan one group pre test-post test design. Independent variable Anto Langka, dependent variable kepatuhan minum oabat. Sampel penelitian 11 pasien TBC baru di wilayah kerja Puskesmas Modung Kabupaten Bangkalan, tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan Nonparametric-Tests 2-Related Sampel Wilcoxon. Results: Berdasarkan Hasil uji statistika menggunakan Wilcoxon Signed- Rank, hasil menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,014, <α (0.05). hal ini mengindikasikan bahwa ada perbedaan kepatuhan minum obat pada pasien TBC sebelum dan setelah dilakukan intervensi Anto Langka. Conclusion: Kapatuhan minum obat pada pasien TBC sangan penting guna meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurukan resiko penularan sehingga dibutuhkan sinergi dukungan keluarga dan petugas kesehatan secara optimal. Keywords: Tuberculosa Patien, Taking medications complience, Directly Observed Treatment Short Course