Kualitas Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam menjamin kecukupan nutrisi dan daya tahan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Status gizi ibu menyusui sangat memengaruhi komposisi dan mutu ASI. Kekurangan asupan protein, zat besi, dan vitamin B kompleks dapat mengganggu proses laktasi secara hormonal maupun metabolik. Pemanfaatan sari kacang hijau sebagai pangan lokal bernilai gizi tinggi berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kualitas ASI pada ibu menyusui di PMB Mariana Raeni, S.ST., Bdn Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian sari kacang hijau secara rutin selama periode penelitian. Pengukuran kualitas ASI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi penilaian kualitas ASI. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p-value <0,05. Rata-rata skor kualitas ASI sebelum intervensi sebesar 62,4 dan setelah intervensi meningkat menjadi 74,8 dengan selisih peningkatan 12,4 poin. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan kualitas ASI pada ibu menyusui. Pemberian sari kacang hijau efektif meningkatkan kualitas ASI dan dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi gizi nonfarmakologis berbasis pangan lokal untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Disarankan ibu menyusui memperhatikan kecukupan asupan gizi, serta tenaga kesehatan dapat mengintegrasikan edukasi konsumsi pangan lokal bergizi dalam pelayanan kebidanan.