Pendidikan tentang kebencanaan di Indonesia merupakan suatu keharusan mengingat tingginya kejadian bencana alam yang terjadi. Pendidikan ini diterapkan di perguruan tinggi dengan memasukkan mata kuliah manajemen bencana pada kurikulum pendidikan. Melalui mata kuliah tersebut diperlukan materi, metode, dan media pembelajaran yang terintegrasi dan relevan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam penanggulangan bencana. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah Kampus STIKes Arta Kabanjahe, Informan penelitian ini sebanyak 16 orang, dan tekhnik pemeriksaaan keabsahan data menggunakan uji kredibiltas, uji triangulasi sumber, dan triangulasi tekhnik. penelitian menyatakan bahwa materi mata kuliah manajemen bencana mengacu pada pedoman dari Kemdikbud, Kemenkes, BNPB, literature dan buku teks akademik. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup berbagai pendekatan komprehensif seperti metode konvensional, studi kasus, diskusi kelompok, dan penugasan. Media pembelajaran yang digunakan adalah presentasi powe point, video, e-book, platform e-learning, dan jejaring sosial untuk studi kasus sedangkan media analog yang digunakan adalah buku ajar cetak. Hambatan yang dialami adalah keterbatasan sumber daya dan fasilitas keterbatasan waktu, dan kurangnya kolaborasi dengan pihak eksternal. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada pimpinan STIKes Arta Kabanjahe agar membuat permohonan MoU (Memorandum of Understanding) kepada pihak BPBD Kabupaten Karo dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang mempunyai pengalaman tentang bencana untuk mendukung proses pembelajaran manajemen bencana dan mengadakan seminar/pelatihan bersertifikat untuk menambah soft skill mahasiswa.