This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Ramadhan, Safitri Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Intermittent Fasting 5:2 terhadap Kadar Asam Urat dan Berat Badan pada Penderita Overweight dan Obesitas Nurliana, Nurliana; Abrar, Hanan Khasrawi; Ramadhan, Safitri Dwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57564

Abstract

Peningkatan prevalensi overweight dan obesitas menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada berbagai gangguan metabolik, termasuk peningkatan kadar asam urat. Intermittent fasting 5:2 merupakan salah satu pendekatan diet yang banyak digunakan untuk menurunkan berat badan, namun efeknya terhadap parameter biokimia seperti kadar asam urat masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar asam urat dan berat badan setelah penerapan intermittent fasting 5:2 pada individu dengan overweight dan obesitas. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial melalui uji t berpasangan setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan yang signifikan pada kadar asam urat dengan nilai signifikansi p=0,691, meskipun terjadi fluktuasi nilai rata-rata sebelum dan sesudah intervensi. Sebaliknya, berat badan menunjukkan penurunan yang signifikan dengan nilai p=0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa intermittent fasting 5:2 efektif dalam menurunkan berat badan namun tidak memberikan perubahan bermakna terhadap kadar asam urat. Variasi respons antar individu mengindikasikan adanya keterlibatan faktor metabolik yang kompleks. Intervensi diet memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor gaya hidup dan kondisi individu. The increasing prevalence of overweight and obesity has become a global health concern associated with various metabolic disorders, including elevated uric acid levels. Intermittent fasting 5:2 is a dietary approach widely used for weight reduction; however, its impact on biochemical parameters such as uric acid remains inconsistent. This study aimed to analyze changes in uric acid levels and body weight following the implementation of intermittent fasting 5:2 among individuals with overweight and obesity. A quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design was employed. A total of 33 respondents who met the inclusion criteria participated in the study. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics through paired t-test after normality testing using Shapiro-Wilk. The results indicated no statistically significant change in uric acid levels (p=0.691), although slight fluctuations were observed between pretest and posttest values. In contrast, body weight showed a significant reduction (p=0.001). These findings suggest that intermittent fasting 5:2 is effective in reducing body weight but does not significantly affect uric acid levels. Individual variability indicates the involvement of complex metabolic mechanisms. Dietary interventions require a more comprehensive approach by considering lifestyle and individual metabolic conditions.