Preeklampsia menyumbang 27,1% kematian ibu di Indonesia. Faktor psikologis, khususnya stres kronik dan kecemasan antenatal, berkontribusi signifikan terhadap patogenesis melalui aktivasi sumbu HPA dan disfungsi endotel. Mindfulness sebagai intervensi non-farmakologis berpotensi menargetkan jalur psikofisiologis ini. Mensintesis secara sistematis evidence mengenai efektivitas intervensi mindfulness terhadap penurunan gejala preeklampsia (tekanan darah, proteinuria, biomarker inflamasi) pada ibu hamil trimester III. Systematic literature review mengikuti panduan PRISMA 2020. Pencarian dilakukan di PubMed, Scopus, Cochrane Library, Google Scholar, dan CINAHL (2013–2025). Kriteria inklusi: studi RCT, quasi-eksperimental, dan systematic review pada ibu hamil trimester III dengan intervensi mindfulness (MBSR, MBCT, meditasi pernapasan) yang mengukur parameter preeklampsia. Dari 489 rekam yang teridentifikasi, 41 studi memenuhi kriteria inklusi (N=4.128 ibu hamil, 12 negara, 2013–2025). Mindfulness secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata penurunan 5,4–10,1 mmHg; p<0,05), diastolik (3,2–6,8 mmHg), dan skor kecemasan (SMD −0,52; 95%CI −0,71 hingga −0,33). Efek anti-inflamasi ditunjukkan melalui penurunan IL-6 dan CRP. Durasi ≥6 minggu dengan frekuensi minimal 2×/minggu menunjukkan efek optimal. Mindfulness merupakan intervensi adjuvan yang menjanjikan dalam manajemen preeklampsia, dengan efek bermakna pada parameter tekanan darah dan psikologis. Diperlukan RCT multisenter dengan pengukuran biomarker angiogenik (sFlt-1/PlGF) untuk memperkuat bukti.