Mual muntah akibat kemoterapi atau chemotherapy induced nausea and vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping yang paling sering dialami pasien kanker payudara dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien selama menjalani terapi. Walaupun terapi antiemetik telah diberikan, sebagian pasien masih mengalami mual muntah sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis sebagai terapi pendamping. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi musik dalam menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi musik selama 25 menit sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan saat kemoterapi berlangsung, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi antiemetik standar. Instrumen penelitian menggunakan Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan mual muntah yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi musik dengan nilai p-value <0,05. Hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada hasil posttest dengan nilai p-value <0,05. Terapi musik efektif dalam menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.