Penelitian ini berjudul Analisis Strategi Branding Digital Habib Ja’far dalam Konten Dakwah di Channel YouTube Podcast Warung Kopi (PWK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembangunan identitas digital bagi otoritas keagamaan agar tetap relevan bagi generasi digital native. Fenomena unik direpresentasikan oleh Habib Ja'far yang sukses mengadaptasi dakwah inklusif di ekosistem komedi sekuler PWK. Objek penelitian ini adalah empat konten video dari kanal YouTube HAS Creative yang menunjukkan dominasi narasi dakwah subjek di ruang populer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi personal branding Habib Ja'far menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Landasan teori yang digunakan adalah The Eight Laws of Personal Branding dari Peter Montoya yang dikerucutkan pada tiga dimensi utama: manajemen identitas digital, gaya komunikasi interpersonal, dan strategi dakwah edutainment. Data dikumpulkan melalui teknik observasi non-partisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan delapan hukum Montoya secara integratif. Pada manajemen identitas digital, subjek menerapkan The Law of Visibility, Persistence, dan Unity melalui konsistensi visual serta repetisi nama. Pada gaya komunikasi interpersonal, The Law of Personality dan The Law of Goodwill terwujud lewat karakter otentik dan egaliter yang efektif meruntuhkan resistensi audiens serta membangun kepercayaan (trust). Terakhir, strategi edutainment mengonfirmasi The Law of Distinctiveness, Specialization, dan The Law of Leadership melalui pemanfaatan humor sebagai kendaraan pesan dakwah, sehingga subjek diakui sebagai pemimpin opini (opinion leader) yang unik. Kesimpulannya, strategi ini sukses menjembatani nilai sakral agama dengan budaya populer secara inklusif.