Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMENUHAN HAK SEKSUAL NARAPIDANA DALAM MELANGGENGKAN PERNIKAHAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I A MAKASSAR Arham Amiruddin; Zulfahmi; Jamil, Muh. Jamal
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 2
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pemenuhan hak seksual narapidana dalam melanggengkan pernikahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I A Makassar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, penelitian ini menyoroti sejauh mana hak seksual narapidana diperhatikan dalam sistem pemasyarakatan, khususnya terkait pernikahan di dalam lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hak seksual merupakan bagian dari hak dasar narapidana, pemenuhannya masih terkendala oleh berbagai faktor, seperti kebijakan internal lembaga, persepsi negatif masyarakat, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Regulasi yang belum sepenuhnya mendukung akses terhadap interaksi seksual yang sah juga menjadi hambatan utama. Penelitian ini menekankan pentingnya perhatian terhadap hak seksual narapidana dan mengubah paradigma pemasyarakatan agar memandang hak seksual bukan sebagai hak Istimewa (privilege), melaikan sebagai elemen rehabilitasi untuk mencegah perilaku seksual menyimpang dan menjaga stabilitas pisikologis narapidana. Kata Kunci: Hak Seksual, Pernikahan, Lembaga Pemasyarakatan. Abstract This study aims to analyze the fulfillment of inmates' sexual rights in maintaining marriages at Makassar Class IA Penitentiary. Using a qualitative approach through interviews and observations, this study highlights the extent to which inmates' sexual rights are considered within the correctional system, particularly regarding marriage within the prison. The results show that although sexual rights are part of inmates' basic rights, their fulfillment is still hampered by various factors, such as internal institutional policies, negative public perceptions, and limited supporting facilities. Regulations that do not fully support access to legitimate sexual interactions are also a major obstacle. This study emphasizes the importance of paying attention to inmates' sexual rights and shifting the correctional paradigm to view sexual rights not as a privilege, but as an element of rehabilitation to prevent deviant sexual behavior and maintain inmates' psychological stability. Keywords: Sexual Rights, Marriage, Penitentiary