Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen sekaligus sumber informasi bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh efektivitas sistem pengendalian internal, khususnya melalui penerapan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR). Seiring dengan transformasi digital dan kewajiban penerapan ICOFR pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), integrasi pengendalian internal dengan sistem ERP-SAP menjadi penting. Namun pada Perum Jasa Tirta I, penerapan ICOFR melalui sistem ERP-SAP masih dalam tahap implementasi awal sehingga belum mencakup seluruh tahapan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ICOFR dalam sistem ERP-SAP pada Perum Jasa Tirta I Kota Malang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara semi terstruktur, studi dokumentasi, dan observasi, serta analisis berdasarkan COSO Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ICOFR belum mencakup seluruh tahapan implementasi. Perusahaan masih berada pada tahap diagnostik, perancangan, dan implementasi. Sementara itu, tahap pemantauan, evaluasi, remediasi, pelaporan, dan asurans eksternal belum sepenuhnya dilaksanakan. Meskipun ERP-SAP telah mendukung integrasi data serta meningkatkan akurasi dan transparansi informasi keuangan, masih terdapat kendala pada aspek kompetensi pengguna dan standarisasi prosedur. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat standar prosedur guna mendukung penerapan ICOFR yang lebih efektif dan berkelanjutan.