Wulaningrum, Yulie
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Kecemasan Dalam Kejadian Menarche pada Siswi SDN 12 Rawangun Pagi Wulaningrum, Yulie
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/gqwrrk87

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami remaja putri sebagai tanda dimulainya masa pubertas. Kurangnya pengetahuan, dukungan orang tua, dan sumber informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan kecemasan pada remaja dalam menghadapi menarche. Kecemasan yang terjadi dapat memengaruhi kesiapan mental dan emosional siswi dalam menghadapi perubahan pada masa pubertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan kecemasan dalam kejadian menarche pada siswi di SDN 12 Rawangun Pagi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas V dan VI sebanyak 40 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 19 responden (47,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan (p-value = 0,003), dukungan orang tua dengan kecemasan (p-value = 0,005), dan sumber informasi dengan kecemasan (p-value = 0,021). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dukungan orang tua, dan sumber informasi dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN 12 Rawangun Pagi. Diharapkan orang tua dan sekolah dapat meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi untuk mengurangi kecemasan siswi dalam menghadapi menarche.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusui Dini di BPM Ani Wahyu Wijayanti Wulaningrum, Yulie
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jt5vd303

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif serta mendukung kesehatan ibu dan bayi. Pengetahuan ibu hamil mengenai IMD sangat berperan dalam keberhasilan pelaksanaannya setelah proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusui Dini di BPM Ani Wahyu Wijayanti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang IMD sebanyak 14 responden (46,7%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (40%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 responden (13,3%). Berdasarkan aspek pengetahuan, sebagian besar responden telah mengetahui pengertian dan manfaat IMD, namun masih terdapat responden yang belum memahami waktu pelaksanaan IMD secara tepat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusui Dini di BPM Ani Wahyu Wijayanti sebagian besar berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan agar pengetahuan ibu meningkat sehingga pelaksanaan IMD dapat berjalan optimal.
Karaktersitik Ibu Bersalin dengan Preeklamsia Berat di RSUD Cibinong Wulaningrum, Yulie
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/h4xra823

Abstract

Menurut WHO menjelaskan bahwa AKI di Indonesia menduduki peringkat ke 6 dibandingkan negara-negara ASEAN. Rata rata penyebab meningkatnya angka ibu bersalin yang mengalami preeklamsia itu karena faktor usia ibu, paritas, dan riwayat hipertensi pada ibu. Data ini dapat peroleh dari keterangan pada RSUD Cibinong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan mengambil data secara sekunder dari rekam medik di RSUD Cibinong. Populasi yang diambil ibu bersalin yang mengalami Preeklamsia berat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 145 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan Preeklamsia berat di RSUD Cibinong tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang mengalami preeklamsia berat pada usia 20-35 tahun sebesar (56,55%), berdasarkan paritas yang banyak mengalami preeklamsia berat adalah multipara sebesar (33,79%) berdasarkan usia kehamilan yang banyak mengalami preeklamsia berat adalah matur sebesar (82,06%).%, berdasarkan riwayat hipertensi yang banyak mengalami preeklamsia berat adalah ibu yang tidak mengalami riwayat hipertensi sebesar 77,92%. Dari hasi penelitian kesimpulan yang dapat diambil ibu bersalin dengan riwayat hipertensi berisiko mengalami kejadian preeklamsia berat. Karena dengan adanya kehamilan maka kerja tubuh akan bertambah berat sehingga dapat mengakibatkan gangguan atau kerusakan yang lebih berat lagi dengan timbulnya odem dan proteinuria. Sehingga saran bagi RSUD Cibinong dapat meningkatkan kemampuan menangani kasus preeklamsia melalui konseling yang efektif dan peningkatan layanan ANC.