This Author published in this journals
All Journal JURNAL LINTAS KARSA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Layanan Kesehatan Reproduksi Khitan Massal ke Peradaban: Pemberdayaan Masyarakat Tau Taa Wana untuk Ketahanan Kesehatan Kampung satiadharmanto, deddi
Jurnal Lintas Karsa Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Lintas Karsa (Mei 2026)
Publisher : S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akses layanan kesehatan dasar di wilayah 3T seperti Gunung Tua, Morowali Utara, masih sangat terbatas—termasuk khitanan, prosedur preventif yang direkomendasikan WHO untuk menurunkan risiko infeksi saluran kemih, HPV, dan HIV. Praktik khitan tradisional tanpa protokol sterilisasi berpotensi menimbulkan komplikasi serius dan penularan infeksi. Pengabdian ini bertujuan memberikan layanan khitanan medis yang aman sekaligus meningkatkan literasi kesehatan reproduksi bagi remaja laki-laki di komunitas Tau Taa Wana. Menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program memanfaatkan aset lokal: relawan kampung, bahan alam (bambu, daun sirih, mata air), serta kepercayaan terhadap nilai religius khitan. Kolaborasi strategis dengan dr. M. Iqbal Elmubarak, Sp.B., dan dukungan penuh dari Laznas Dewan dakwah bekerjasama dengan Garda Mualaf Indonesia sebagai mitra yang memadukan misi dakwah, pemberdayaan, dan pelayanan kesehatan berbasis nilai rahmah—memungkinkan pelaksanaan yang cepat, terjangkau, dan berkelanjutan. Sebanyak 200 anak laki-laki usia 5–15 tahun dikhitan dalam tiga hari dengan penggunaan klamp modern (Plastibell/Gomco), protokol pencegahan infeksi ketat, dan tanpa komplikasi klinis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan higiene pasca-khitan, penguatan sistem respons kesehatan kampung melalui protokol lokal terdokumentasi, serta penerimaan masyarakat terhadap integrasi nilai agama (ḥifẓ al-nafs dalam maqāṣid al-sharī‘ah) dan prinsip kesehatan ilmiah. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas, yang dimotori oleh kekuatan internal dan didukung oleh lembaga filantropi berbasis nilai seperti Laznas Dewan dakwah bekerjasama dengan Garda Mualaf Indonesia, mampu mewujudkan ketahanan kesehatan reproduksi secara holistik—bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membangun peradaban sehat dari dalam.