Optimizing the potential of the creative economy can contribute to creating independent and prosperous families in Medan Johor District. This research is based on the increasing role of the creative economy sector as an alternative source of household income amidst economic challenges and instability of formal income. The research used a descriptive quantitative approach supported by qualitative data through interviews. The research sample consisted of families operating in the household-scale creative economy, operating in the culinary, crafts, and creative services sectors. The involvement of family members in creative businesses strengthens social relationships, cooperation, and a sense of shared responsibility, which in turn improves family well-being and harmony. Key supporting factors include creativity, digital technology utilization, and financial literacy, while the main constraints are limited capital and market access. This study concludes that the creative economy plays a strategic role in building financial independence and family well-being, thus requiring support through training, business mentoring, and broader access to financing.Optimalisasi potensi ekonomi kreatif dapat berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan sejahtera di Kecamatan Medan Johor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya peran sektor ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan alternatif rumah tangga di tengah tantangan ekonomi dan ketidakstabilan pendapatan formal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan data kualitatif melalui wawancara. Sampel penelitian adalah keluarga pelaku usaha ekonomi kreatif skala rumah tangga yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan jasa kreatif. Keterlibatan anggota keluarga dalam usaha kreatif turut memperkuat hubungan sosial, kerja sama, dan rasa tanggung jawab bersama, yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan dan keharmonisan keluarga. Faktor pendukung utama meliputi kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, serta literasi keuangan, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan modal dan akses pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian finansial dan kesejahteraan keluarga, sehingga perlu didukung melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan akses pembiayaan yang lebih luas.