Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Pada Bagian Boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap Menggunakan Hirarc Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Pramana, Adimas; Andriani, Meri
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14470

Abstract

Stasiun boiler pada industri pembangkit listrik tenaga uap merupakan area kerja dengan potensi bahaya tinggi. oleh karena itu, diperlukan analisis sistematis untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada PT. PLTU Pangkalan Susu. Hasil dan pembahasan menunjukkan terdapat empat aktivitas utama yang berpotensi menimbulkan bahaya, yaitu pada mesin coal feeder, burner furnace, fan unit, dan steam drum. Berdasarkan penilaian risiko, diperoleh dua aktivitas dengan kategori risiko sedang dan dua aktivitas risiko rendah. Pengendalian risiko dilakukan dengan penerapan hirarki pengendalian, meliputi rekayasa teknik, kontrol administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Implementasi metode HIRARC terbukti efektif dalam meningkatkan keselamatan kerja dan menekan potensi kecelakaan di stasiun boiler. Hasil dari menggunakan metode HIRARC pada aktivitas boiler di PT. PLTU Pangkalan Susu, teridentifikasi 26 potensi bahaya yang terdiri atas bahaya fisik (46%), mekanik (35%), kimia (4%), dan ergonomi (15%). Sebagian besar bahaya bersumber dari unsafe condition (69%), sedangkan unsafe action sebesar 31%. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa 73% bahaya termasuk kategori risiko rendah, 16% risiko sedang, dan 11% risiko tinggi. Risiko rendah didominasi oleh paparan kebisingan, debu batubara, terpeleset, suhu panas, dan manual handling, sementara risiko sedang dan tinggi terutama berasal dari paparan uap panas, suhu permukaan mesin, jatuh dari ketinggian, dan potensi kebakaran.