Nababan, Leka
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Model Inquiry Training Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas V DI SDN 122366 Nababan, Leka
Jurnal Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjungan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/hj0cgt04

Abstract

Mata pelajaran IPA merupakan satu dari tiga mata pelajaran yang diujikan sebagai ujian berstandar nasional bagi tingkat sekolah dasar. Pembelajaran IPA tidak hanya berorientasi pada pengetahuan saja, tetapi terdapat kaitan yang penting dengan kehidupan sehari-hari setiap mahluk hidup dan lingkungan. IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri, alam sekitar dan prospek pengembangan lebih lanjut serta menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA sesudah menggunakan model inkuiri training serta penerapannya di kelas V SDN 122366 Pematangsiantar. Penelitian ini dilakukan di Bulan September 2024 pada guru dan siswa kelas V SDN 122366 Kota Pematangsiantar. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari silabus, RPP dan lembar kerja siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, onservasi dan wawancara. Berdasarkan hasil tes pada setiap siklus, hasil menunjukkan bahwa nilai siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum diterapkan model inkuiri training pada tahap pra siklus 53,44 dengan persentase ketuntasan 12,5% termaksud dalam kategori kurang. Pada tahap siklus 1 setelah diterapkan model inkuiri training nilai rata-rata peserta didik 69,37, dengan persentase ketuntasan 43,75% berada dalam kategori cukup. Selanjutnya yaitu tahap siklus II nilai rata-rata peserta didik 80, dengan persentase ketuntasan 87,5% berada dalam kategori sangat baik. Sehingga, dapat dikatakan bahwa pembelajaran telah mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Aktivitas peserta didik juga mengalami peningkatan yakni pada siklus I diperoleh 45,31% dan siklus II diperoleh 71,87%.