Eiykel Suranta Siboro
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Variasi Bahasa dan Style Shifting pada Trash Talking dalam Live Streaming YouTube Top Global Miya: Kajian Sosiolinguistik: Language Variation and Style Shifting in Trash Talking during Top Global Miya’s YouTube Live Streaming: A Sociolinguistic Study Eiykel Suranta Siboro; Mara Untung Ritonga
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2793

Abstract

Penelitian ini membahas variasi bahasa dan style shifting pada trash talking dalam live streaming YouTube Top Global Miya, yaitu kanal streamer Mobile Legends Pascol. Penelitian dilakukan karena trash talking dalam game online tidak hanya menunjukkan perilaku verbal agresif, tetapi juga merepresentasikan variasi bahasa, identitas komunitas, ekspresi emosi, dan dinamika komunikasi digital. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk variasi bahasa trash talking serta menganalisis pergeseran gaya bahasa berdasarkan situasi tutur dalam live streaming game online. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, simak-catat, dan transkripsi selektif terhadap tiga video live streaming berjudul “Mabar 50K Cek Kodam 25K” pada kanal YouTube Top Global Miya dalam rentang 1-4 Juni 2025. Data utama penelitian berjumlah 69 tuturan. Klasifikasi variasi bahasa dilakukan secara non-eksklusif karena satu tuturan dapat memuat lebih dari satu ciri variasi bahasa; karena itu, total frekuensi kemunculan kategori berjumlah 82, terdiri atas bahasa vulgar 55 kemunculan (67,07%), slang 20 kemunculan (24,39%), dan kolokial 7 kemunculan (8,54%). Selain itu, ditemukan 18 data style shifting, meliputi kolokial ke vulgar 12 data, slang ke vulgar 5 data, dan vulgar ke kolokial 1 data. Temuan menunjukkan bahwa tekanan permainan, frustrasi, konflik antarpemain, humor, dan orientasi pada audiens memengaruhi pilihan bahasa streamer. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiolinguistik digital dengan menunjukkan bahwa trash talking tidak dapat dipahami hanya sebagai penyimpangan bahasa, tetapi juga sebagai praktik sosial-linguistik yang mencerminkan spontanitas, identitas gamer, dan strategi komunikasi dalam budaya digital kompetitif.