Latar Belakang: Komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien serta menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal dokter dan pasien serta dampaknya terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter Umum, dan Dokter Gigi, serta informan pendukung yang terdiri dari perawat, bidan, dan pasien yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dokter dan pasien di Puskesmas Wolo pada umumnya telah berlangsung secara dua arah melalui proses anamnesis, yang mencerminkan adanya keterbukaan dalam komunikasi. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pelayanan, beban kerja tenaga medis, serta kondisi psikologis dan perbedaan latar belakang pendidikan pasien. Unsur empati dan dukungan lebih dominan ditunjukkan oleh perawat dan bidan yang berperan sebagai penghubung komunikasi antara dokter dan pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, penguatan kompetensi komunikasi tenaga kesehatan serta dukungan sistem pelayanan yang berorientasi pada pasien perlu terus ditingkatkan.