This research is motivated by the increasing moral crisis among students, characterized by a decline in empathy, increased deviant behavior, and a weakening of character values in everyday life. This phenomenon is inseparable from the influence of globalization, the development of digital technology, and the suboptimal implementation of character education in schools. Therefore, the curriculum needs to adopt a new approach that impacts students' affective and spiritual qualities in addition to their cognitive qualities. The love-based curriculum approach presents an alternative solution that emphasizes the values of compassion, empathy, caring, and respect for others. This study aims to examine the strengthening of the love-based curriculum approach in addressing the moral crisis among students. The method used is a literature study by analyzing various relevant scientific sources published between 2020 and 2026. The results show that the integration of love values in the learning process can increase moral awareness, shape positive character, and create an inclusive and humane learning atmosphere. This approach has also proven effective in building harmonious relationships between teachers and students, thereby making the educational process more meaningful. Thus, strengthening the love-based curriculum can be a relevant and effective strategy in addressing the moral crisis among students in the modern era. ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi oleh meningkatnya krisis moral di kalangan pelajar, yang ditandai dengan menurunnya sikap empati, meningkatnya perilaku menyimpang, serta melemahnya nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini tidak terlepas dari pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta kurang optimalnya implementasi pendidikan karakter di sekolah. Oleh karena itu, kurikulum perlu mengambil pendekatan baru yang berdampak pada kualitas afektif dan spiritual siswa di samping kualitas kognitif mereka. Pendekatan kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) hadir sebagai solusi alternatif yang menekankan nilai kasih sayang, empati, kepedulian, serta penghargaan terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan pendekatan kurikulum berbasis cinta dalam mengatasi krisis moral pelajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan kesadaran moral, membentuk karakter positif, untuk menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan manusiawi. Pendekatan ini juga terbukti efektif dalam membangun hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik, sehingga proses pendidikan menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, penguatan kurikulum berbasis cinta dapat menjadi strategi yang relevan dan efektif dalam mengatasi krisis moral di kalangan pelajar di era modern.