Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam strategi pemasaran industri perhotelan, termasuk pemanfaatan Online Travel Agent (OTA) sebagai kanal distribusi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi OTA dan pemesanan langsung terhadap tingkat hunian kamar di Grant Hotel Subang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dari masing-masing metode reservasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan tiga informan kunci dari divisi Reservation & Revenue, Sales Executive, dan Guest Service Agent, serta dokumentasi data reservasi hotel tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OTA menyumbang lebih dari 79% dari total reservasi, menandakan dominasi dan efektivitasnya dalam menjangkau konsumen secara luas. Faktor pendukung OTA mencakup visibilitas digital, kemudahan akses, dan promosi menarik, sedangkan kendalanya meliputi biaya komisi tinggi dan ketergantungan terhadap pihak ketiga. Sebaliknya, pemesanan langsung memiliki keuntungan dalam kontrol harga dan hubungan pelanggan, tetapi terkendala oleh jangkauan yang terbatas dan kurangnya promosi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran digital melalui OTA mampu meningkatkan tingkat hunian secara signifikan, namun hotel perlu mengembangkan sinergi antara kanal digital dan pemasaran langsung untuk mengoptimalkan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku industri hotel lokal dalam merancang strategi pemasaran berbasis data dan teknologi.