Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN MADU HUTAN (Apis dorsata) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Rahmah, Vania Wardatu; Maryati, Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.972

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) dan madu hutan telah terbukti memiliki sifat antibakteri. Daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berperan dalam aktivitas antibakterinya. Sementara itu, madu hutan bersifat antibakteri karena keasaman yang tinggi, konsentrasi gula yang besar, serta adanya senyawa hidrogen peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri dari ekstrak daun kelor dan madu hutan, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode difusi agar dengan teknik sumuran dipilih untuk menguji aktivitas antibakteri. Pada pengujian sediaan tunggal digunakan konsentrasi 80%, 60%, 40%, dan 20% sedangkan pada pengujian kombinasi digunakan konsentrasi   80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, dan 20%:80%. Hasil pengukuran aktivitas antibakteri dari sediaan tunggal daun kelor dan madu hutan menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor menghasilkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 80% dengan rata-rata 19,3 mm, dan madu hutan menghasilkan zona hambat terbesar pada konsentrasi yang sama dengan rata-rata 15 mm. Sementara itu, pada pengujian sediaan kombinasi, zona hambat terbesar ditemukan pada perbandingan 80% ekstrak daun kelor dengan 20% madu hutan, dengan rata-rata 13,3 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor dan madu hutan menghasilkan zona hambat yang lebih kecil jika dibandingkan dengan zona hambat sediaan tunggalnya.