Fenomena meningkatnya kekerasan di lingkungan pendidikan, seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi, menunjukkan adanya krisis moral yang mengancam tujuan pendidikan nasional dalam membentuk karakter peserta didik. Kondisi ini menuntut peran strategis pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai upaya preventif terhadap berbagai perilaku menyimpang di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku “tiga dosa besar pendidikan” di SMA Muhammadiyah Bumiayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam mencegah tiga dosa besar pendidikan dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu: (1) penanaman nilai-nilai akhlak melalui pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari; (2) keteladanan guru dalam bersikap dan berperilaku; (3) pembiasaan kegiatan religius seperti salat berjamaah, tadarus, dan kegiatan keagamaan lainnya; (4) pendekatan personal dan pembinaan terhadap siswa; serta (5) kerja sama dengan guru lain, khususnya guru Bimbingan Konseling. Upaya tersebut terbukti mampu menciptakan lingkungan sekolah yang relatif aman dari kasus bullying dan kekerasan seksual, meskipun masih ditemukan potensi intoleransi dalam bentuk ringan yang dapat diatasi secara preventif dan edukatif.